<

 

Pertanyaan mengenai Alkitab Secara Umum

 

P: Siapakah orang pertama yang secara sistematis menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Alkitab?

J: Penulis paling awal yang saya temukan adalah Philo, seorang Yahudi dari Aleksandria. Kita tidak tahu persis kapan ia menulis, tetapi ia adalah anggota sebuah delegasi kepada Kaisar Caligula pada tahun 38-40 M. Diperkirakan ia meninggal sekitar tahun 50 M. Philo menulis Questions and Answers on Genesis bagian 1, 2, dan 3, di mana ia menjawab 244 pertanyaan tentang kitab Kejadian.

   Di antara orang Kristen mula-mula, banyak yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu tentang Alkitab. Tetapi orang pertama yang menulis khusus tentang tanya jawab yang saya temukan adalah Eusebius dari Kaisarea (tahun 313-339/340 M), yang menulis dua karya. Yang pertama disebut Gospel Questions and Solutions Addressed to Stephanus, yang juga berjudul Questions and Solutions on the Genealogy of our Savior, dan yang kedua adalah Gospel Questions and Solutions Addressed to Marinus. Kedua karya itu bersama-sama disebut Gospel Questions and Solutions. Selain itu, Eusebius menulis sebuah sanggahan terhadap tuduhan kontradiksi yang dikemukakan oleh Hierocles, seorang filsuf Neoplatonis dan gubernur Romawi di Bitinia dan kemudian di Mesir, yang menganiaya orang Kristen dengan keras di bawah pemerintahan Diokletianus.

   Setelah itu Ambrosiaster menulis Questions on the Old and New Testaments (dalam bahasa Latin) sekitar tahun 384 M.

   Lihat Nicene and Post-Nicene Fathers Second Series vol.1 hal.32, 38-39 untuk informasi lebih lanjut.

 

P: Apakah Kekristenan sebuah agama?

J: Kekristenan berhak disebut sebuah agama, sebagaimana Yakobus 1:27 lakukan, karena itu berbicara tentang Allah, bagaimana kita harus hidup, dan apa yang terjadi setelah kita meninggal. Namun, itu tidak lengkap dengan hanya mengatakan Kekristenan hanya semata-mata sebuah agama. Ini adalah cara Allah untuk mengubah hidup kita, dan memberikan pengampunan sehingga kita dapat hidup denganNya selamanya.

   Kita harus menyadari kekudusan, keagungan, kasih, keadilan, dan kekuatan Allah. Kita harus mengerti bagaimana kita telah mengecewakan standar keadilan Allah karena dosa kita. Tidak ada jalan lain ke Surga kecuali melalui hadiah gratis dari pengorbanan Yesus di kayu salib untuk dosa kita. Untuk dilahirkan kembali kita harus menerima hadiah ini dari Allah, dan menyerahkan seluruh hidup kita kepadaNya.

   Islam, agama Yahudi, dan Hindu tidak menjanjikan menjadi “lahir kembali” dalam sebuah perubahan untuk menjadi anak Allah.

 

P: Bilamana saya tidak percaya bahwa Allah itu ada?

J: Pada akhir sebuah pertemuan, seorang penginjil terkenal D.L. Moody disapa oleh seseorang yang berkata, “Tuan Moody, saya adalah ateis.” Berikut adalah kutipan dari yang dikatakan Moody kepadanya.

   Biarkan saya bertanya kepadamu, dari semua informasi di alam semesta ini, berapa informasi yang anda pikir manusia tahu?

Orang itu menjawab mungkin 10%. (Itu banyak sekali, tapi Moody tidak menekankan poin itu.)

Moody melanjutkan, dari semua informasi yang orang ketahui, berapa persen yang anda tahu?

Orang itu menjawab mungkin 20%.

Moody lalu berkata, dari 80% dari informasi manusia yang anda tidak tahu, dan 90% lebih dari yang manusia tidak tahu, menurut anda apakah ada kemungkinan bahwa mungkin ada Allah?

Orang itu menjawab itu mungkin.

Moody lalu berkata, “OK, maka anda bukan seorang ateis; anda seorang agnostis.”

   Moody lalu bertanya kepadanya, jika di luar sana benar ada Allah, yang mengasihi anda dan menciptakan sebuah surga untuk manusia, maukah anda memiliki sebuah ketertarikan dalam mengetahui tentang Dia?

Orang itu berkata, “Jika ada, tentunya.”

Moody merespon, “OK, kalau begitu anda bukan seorang agnostis; anda seorang pencari.”

   Moody lalu berkata, “Jika ada sebuah surat, konon ditulis oleh Allah ini, maukah anda tertarik untuk melihatnya?”

Orang itu berkata, “Tentu!”

Moody berkata, “Berikut adalah kitab Injil Yohanes dalam Alkitab. Mengapa anda tidak bawa pulang ke rumah dan membacanya!”

   Mari lihat dengan lebih dekat pada tiga “tahapan” ini.

Ateis ke Agnostis: Ilmuwan terkenal Isaac Newton pernah memiliki model tata surya yang indah, rumit, mekanis. Seorang teman yang ateis datang kepadanya. Ia mengagumi dengan sangat model itu dan bertanya kepada Newton siapa yang membuatnya. Newton menjawab bahwa tidak ada yang membuat; itu terbuat dengan sendirinya. Teman itu bertanya lagi, dan Newton mengulangi jawabannya. Temannya itu mulai marah, ketika Newton bertanya kepadanya, jika anda tidak percaya sesuatu sesederhana ini terbuat dengan sendirinya, maka bagaimana anda dapat percaya alam semesta dapat terbuat dengan sendirinya?

   Ada sebuah argumen filosofis terkenal untuk keberadaan Allah yang disebut Argumen Kosmologis. Mengatakan bahwa setiap yang diciptakan memiliki sebuah sebab atas ciptaannya itu sendiri. Sekarang hal-hal dapat menyebabkan hal lain, tapi karena setidaknya satu yang diciptakan ada, harus ada sebab pertama, yang hal itu adalah tanpa sebab, karena anda tidak dapat mendapatkan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada. Sekarang ini tidak membuktikan bahwa Kekristenan itu benar, atau bahwa sebab pertama adalah pribadi, tapi setiap orang harus percaya dalam sebuah sebab pertama.

   Tapi apakah sebab pertama pintar? Sekarang sekalipun apa yang mereka katakan, bahkan ateis percaya pada “tuhan”. Jika anda mengartikan “tuhan” sebagai yang abadi, tanpa awal, maha kuasa, bahkan sebagian besar orang ateis yang pikirannya tertutup percaya pada “tuhan”. Ini hanya bahwa mereka menyebut tuhan mereka “kebetulan yang acak”. Sekarang yang mana lebih masuk akal untuk percaya? Bahwa keseimbangan, urutan, keindahan yang menakjubkan di alam semesta memiliki sebuah rancangan yang pintar, atau itu hanya kebetulan yang acak? Jika konstanta fisik telah menjadi sedikit berbeda, atom tidak akan ada; air tidak akan memiliki ukuran cairan yang cukup besar untuk kehidupan di bumi, binatang tidak dapat bernafas, dan bumi tidak akan menjadi sebuah tempat untuk menyokong kehidupan organik. Apakah masuk akal untuk percaya bahwa semua dalam kehidupan kita, adalah sebuah “kecelakaan” kosmik? Tidak, harus ada Seseorang di luar sana.

Agnostik ke Pencari: Ilmuwan Perancis yang sangat cerdas Blaise Pascal memiliki sebuah perkataan yang terkenal disebut “Taruhan Pascal”. Ini merupakan jenis kata-kata yang sulit diucapkan yaitu sebagai berikut: “Untuk percaya pada Allah mengakibatkan potensi keuntungan besar dan tidak ada potensi kerugian. Untuk tidak mempercayai Allah mengakibatkan potensi kerugian besar dan tidak ada potensi keuntungan. Potensi keuntungan besar dengan tanpa potensi kerugian lebih baik daripada potensi kerugian besar tanpa potensi keuntungan. Oleh karena itu lebih baik untuk mempercayai Allah daripada tidak percaya kepada Allah.” Poinnya masih valid hingga saat ini, walaupun anda tidak dapat mengatakannya dengan cepat.

   Sekarang jika Allah ingin untuk menyembunyikan diriNya, dan tidak menyatakan diriNya kepada manusia, memang, Ia dapat saja melakukannya. Tapi jika Allah menyatakan diriNya, bagaimana Ia dapat? Ia mungkin meninggalkan beberapa petunjuk dalam alam. Ia mungkin berbicara kepada individu, yang akan menjadi juru bicaraNya. Di lain hal, seorang penipu juga memiliki juru bicara. Maka Allah akan “mengesahkan” juru bicaraNya dengan membuat mereka meramalkan masa depan dengan akurat, dan melakukan mujizat. Akhirnya, Ia mungkin datang sendiri. Jika Ia datang dalam seluruh kemuliaanNya, kulit kita mungkin akan melayang karena terik kecerahan. Tapi, jika Ia adalah MahaKuasa, Ia dapat menemukan sebuah cara untuk datang, meninggalkan sebagian besar kemuliaanNya, sehingga kita dapat melihatNya, dan sekalian memahamiNya sebagai Allah. Bagaimana bisa Allah berkomunikasi dengan kita? Saya percaya Ia melakukan semua hal di atas.

   Jika Allah datang ke bumi, tidak dalam banyak kemuliaan yang membuat segala sesuatu musnah, tapi dengan kekuatan yang cukup untuk melakukan mujizat, mengatakan tentang masa depan, dan mengajarkan hal-hal yang besar, akankah itu memuaskan anda? Jika Allah melakukannya, berapa kali Ia harus datang untuk meyakinkan anda? Sekali cukup baik untuk saya. Bukti nubuat yang digenapkan, fakta tentang kebangkitan yang tak terbantahkan, dan kesaksian para rasul, sebelas di antaranya memberikan kehidupan mereka dan mati untuk Kristus, itu cukup untuk saya. Bagaimana dengan anda?

 

P: Bagaimana saya dapat percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah, karena itu seperti buku keagamaan lainnya?

J: Benjamin Franklin, selalu menjadi orang yang melakukan percobaan, pernah ia melakukan sebuah pengujian dengan Alkitab. Sekali ketika ia berada di istana Perancis, Franklin mendengar beberapa aristokrat merendahkan Alkitab, maka berikut adalah yang ia lakukan. Franklin menulis sebuah cerita tentang Rut dalam tulisan tangannya sendiri, mengubah semua nama ke dalam nama orang Perancis. Lalu ia membacakan cerita itu kepada para aristokrat. Mereka bertanya kepadanya “Tapi di mana anda menemukan literatur yang indah ini, Monsieur Franklin?” Franklin menjawab, “Itu berasal dari buku yang anda rendahkan, la sainte [Suci] Alkitab!” (Ini menurut Believer’s Bible Commentary hal.287-288.)

   Jika Allah menyatakan diriNya kepada manusia, bagaimana Ia melakukannya? Ia tidak akan harus menunggu sampai manusia memasuki sebuah zaman ilmiah, untuk kebenaran tentang diriNya, dan apa yang mereka harus lakukan akan untuk selamanya. Ia mungkin memberikan beberapa nubuat mengenai masa depan, membuat utusan khususNya melakukan beberapa keajaiban, dan mengajarkan mereka standar etik tertinggi. Jika ada sebuah buku seperti itu, maukah anda membacanya? Buku seperti itu ada, dan itu adalah Alkitab.

   Seseorang akan berpikir Allah tahu bagaimana untuk berhasil, sebagaimana buku itu tidak akan hilang tapi terpublikasi dengan luas. Tidak ada banyak buku keagamaan yang tersebar luas yang menyatakan dari Allah: satu-satunya yang memiliki pengikut selain Alkitab adalah Qur’an, Weda, Mahabharata termasuk Bhagawad Gita, Upanishad, dan Tripitaka. Kita akan mengundang anda untuk membandingkan pengajaran Alkitab dengan kitab-kitab ini kapan saja.

   Seperti contohnya, Qur’an dalam Sura 4:34 mengatakan bahwa jika seorang istri terus untuk tidak mendengarkan suaminya, suaminya diperkenankan untuk “memukul” atau “mencambuk” istrinya. Kata dalam bahasa Arab di sini tidak berarti mengetuk dengan ringan; ini kata yang sama digunakan untuk memukul penjahat yang garang atau seekor unta. Jika seorang istri baik, tapi seorang suami lalai, Qur’an tidak pernah berkata istri diperkenankan untuk memukul suaminya atau meminta ayahnya, saudaranya, atau orang lain untuk memukul suaminya. Sura 18:85-86 menyatakan bahwa seorang laki-laki mengikuti matahari yang tenggelam dan menemukan bahwa itu turun ke dalam mata air berlumpur. Sekarang kita tahu matahari tidak turun ke dalam mata air berlumpur.

   “Anak laki-lakiku membunuh musuh-musuh mereka dan anak perempuanku adalah seorang permaisuri, dan aku sungguh berjaya. Suaraku terpenting dalam telinga suamiku. Persembahan pada Tuhan yang Indra berikan dan menjadi mulia dan tertinggi, ini yang telah aku perbuat untukmu wahai para dewa. Aku benar-benar menjadi setia tanpa istri saingan. Tanpa istri saingan, pembunuh dari istri saingan, berjaya dan unggul, aku telah merebut untuk diriku sendiri ketertarikan kepada perempuan lain seakan itu adalah kekayaan perempuan yang tidak bertanggung jawab.” Rig Weda 10.159.3-5. Dasar untuk sistem kasta yang membuat orang dari kasta rendah (umumnya berkulit lebih gelap) jauh dari posisi yang lebih tinggi juga berasal dari Rig Weda 10.90.11-12 hal.31.

   Seperti Rig Weda, Bhagawad Gita juga mendukung sistem kasta pemisahan di India. “Ya putra Prtha [Arjuna], mereka yang berlindung dalam Ku [Krsna], walaupun mereka menjadi dari kelahiran yang rendah – perempuan, waisya [para saudagar] dan sudra [para pekerja]--dapat mencapai tujuan yang tertinggi. Terlebih lagi para brahmana yang benar, para pemuja dan raja-raja yang suci. Oleh karena itu, datanglah ke dunia yang sementara dan menyedihkan ini, ikut serta dalam pelayanan yang penuh kasih kepadaku.” Bhagawad Gita 9.32-33 hal.497-498.

   Katha Upanishad hal.19 mengatakan pada kita sesuatu mengenai sifat dari Brahman “Tuhan” Hindu: “Kepadanya [Brahman] Brahmana dan Ksatria hanyalah makanan, dan kematian itu sendiri bumbu [yaitu, rempah].” Upanishad mengajarkan bahwa tujuan manusia adalah untuk menghilangkan semua kasih, perhatian, dan individualitas sebagaimana mereka itu diserap kembali ke dalam api kosmik.

   Tripitaka mungkin memiliki pengajaran “yang lebih menyenangkan”, tapi Buddhisme juga mengajarkan bahwa seluruh kehidupan adalah penderitaan dan bahwa manusia harus melarikan diri ke sebuah tempat di mana tidak ada kasih atau kebencian, sukacita atau kesedihan, dan tidak ada individualitas.

   Maka sebelum mengatakan Alkitab adalah seperti kitab atau buku lainnya, bacalah 1 Korintus 13, Khotbah di Bukit, dan terutama minggu terakhir Yesus dalam kitab Injil, dan lihatlah.

 

P: Tidak akankah kita pergi ke Surga jika kita hanyalah seorang yang baik?

J: Seperti anda dan teman sekamar anda dapat membuat aturan dalam apartemen anda sendiri, Allah dapat membuat aturan untuk rumahNya. Jika seekor anjing yang asing tapi ramah datang ke depan pintu saya, yang tidak dilatih untuk buang air di tempatnya dan akan buang air atau muntah di tempat tidur saya, ia tidak akan masuk ke dalam rumah saya. (Dan itu juga berlaku pada manusia.)

   Sebenarnya jika anda seorang yang baik anda akan masuk surga, tapi seberapa baik yang diharuskan kepada anda? Standar Allah untuk tempatNya yang sempurna adalah kesempurnaan, dan menurutNya, Roma 3 mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa memenuhinya. Bahkan lebih buruk, kita berada di bawah penghakiman untuk dosa yang telah kita lakukan. Ya, sebenarnya satu “manusia” cukup sempurna. Yaitu Yesus Kristus. Walaupun Ia tidak harus, Ia memilih untuk mati di tempat kita. Jika kita menerima hadiah gratisNya, dan jika kita benar-benar mau memasrahkan kehidupan kita kepada proses Allah yang membuat kita kudus, sempurna, dan dapat diterima olehNya (dengan kata lain, “dilatih untuk masuk ke dalam Surga”), maka kita akan disambut di Surga.

 

P: Bagaimana anda mengetahui bahwa jalan anda adalah jalan yang benar?

J: Pertama-tama, ini bukanlah jalan “saya”, ini adalah jalan Yesus. Tunjukkan saya orang lain yang memiliki lebih dari 200 nubuat dan maksud dibuatnya tentang Dia sebelum Ia dilahirkan, dan tunjukkan saya orang lain yang bangkit dari kematian, dan anda dapat memperhitungkan jalan mereka juga.

   Anda tahu, beberapa nubuat luar biasa detail, seperti yang ada dalam Daniel 9 tentang masa di mana Mesias akan mati. Lainnya juga luar biasa, seperti Dia yang disebut “Allah menyertai kita” atau dilahirkan dari seorang perawan (parthenos dalam bahasa Yunani) dalam kitab Yesaya. Maka jika saya membuat sebuah daftar dari semua orang yang dilahirkan di Betlehem, mati sekitar tahun 32-33 M, dinyatakan lahir dari seorang perawan dan dinyatakan menjadi Allah, dan saya telusuri daftar dan melihat berapa dari mereka yang melakukan mujizat dan bangkit dari kematian, saya hanya mempunyai satu kandidat. Siapa lagi yang memiliki hal yang pas itu?

 

P: Bagaimana Allah dapat menjadi penuh kasih dan mengizinkan semua hal yang berlangsung di dunia ini?

J: Walaupun mulanya dunia adalah baik, jangan lupa bahwa saat ini kita hidup dalam dunia yang jatuh dalam dosa. Tidak ada seorang pun yang baik dibandingkan dalam standar Allah, tapi sering kali, hal-hal buruk terjadi kepada manusia yang seharusnya kurang layak mendapatkannya daripada orang lain yang tampaknya lolos dari hukuman yang seharusnya diterima.

   Ini sepertinya akan membuat hidup tidak adil, itulah jika kehidupan duniawi adalah semua yang ada. Seorang mantan kolumnis Scientific American, seorang teis bernama Martin Gardner, mengemukakan sebuah poin yang mendalam dalam bukunya, The Whys of a Philosophical Scrivener. Ia mengatakan bahwa jika anda percaya pada keadilan (dan ia percaya), maka anda harus percaya pada sebuah kehidupan setelah meninggal. Dengan kata lain, hidup sangatlah tidak adil di bumi ini, sehingga jika setiap orang mendapatkan keadilan, harus ada sebuah waktu setelah kematian ketika keadilan diberlakukan. Orang Kristen menyebut ini Hari Penghakiman. Beberapa abad sebelumnya, Laktansius (sekitar tahun 303-325 M) membuat poin yang hampir sama dalam The Divine Institutes buku 6 bag.9 hal.171-172.

   Dunia jauh dari sebuah tempat yang ideal, tapi jika dunia ideal, apa rasanya? Tidak ada hal buruk yang terjadi pada siapa pun, dan tidak ada orang yang sakit atau mati. Walaupun setiap orang memiliki kehendak bebas untuk melakukan apa pun yang mereka suka, setiap orang dengan suara bulat memilih untuk mengasihi Allah dan orang lain. Saya percaya dalam dunia yang ideal ini, disebut Surga. Kepedihan dunia ini mengingatkan kita untuk tidak merasa terlalu nyaman di sini, tapi Roma 8:18 dan 1 Petrus 1:6-9 mengingatkan kita bahwa penderitaan dari kehidupan ini tidak sebanding dengan sukacita pada masa berikutnya bagi umat Allah. Bumi bukanlah yang terbaik dari seluruh kemungkinan dunia, tapi itu mungkin menjadi proses terbaik kepada yang terbaik dari semua kemungkinan dunia: surga.

 

P: Mengingat bahwa Allah memiliki kasih yang besar dan murka yang besar, bagaimana kita memahami Neraka dan Lautan Api?

J: Kita dapat berpikir mengenai hukuman setelah kematian dalam arti enam perumpamaan yang saling melengkapi: sebuah tujuan yang dipilih, sebuah tempat pembuangan sampah kosmik, sebuah penghakiman, sebuah karantina, pertumbuhan yang tak terbatas, dan sebuah distorsi waktu pembinasaan.

Sebuah tujuan yang dipilih: Lihatlah ke Neraka dari perspektif orang yang jahat: bayangkan Hitler berada di Surga, tanpa pernah bertobat atas apa yang ia lakukan. Bayangkan jutaan yang terpaksa untuk hidup bersama dengan Allah yang Kudus selamanya, melawan kehendak mereka. Dapatkah anda bahkan membayangkan ini? Saya tidak dapat. Namun, saya pikir bahwa jika seseorang akhirnya mengatakan mereka tidak ingin untuk mengasihi, melayani, dan menyembah Allah selamanya, Allah dengan berat hati menjawab “OK”. Allah akan membangun sebuah alam semesta yang terpisah hanya untuk mereka, dan mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan dalam alam semesta itu. Alam semesta ini kita sebut Neraka. Tentunya Allah adalah sumber dari semua kasih dan kebaikan, mereka tidak akan mengalami hal-hal itu di sana. Mereka mungkin bersama dengan beberapa bekas teman mereka di Neraka, tapi tanpa kasih, mereka tidak akan menjadi teman mereka lagi. Bukan hanya manusia yang berada dalam alam semesta itu. Setan-setan dan yang lainnya akan bersama dengan mereka. Maka seseorang di Neraka tidak secara langsung memilih penderitaan di Neraka, tapi mereka telah memilih jalan yang menolak Allah, yang membawa mereka kepada tujuan mereka.

Sebuah tempat pembuangan sampah: Satu dari kata-kata yang paling umum yang Yesus gunakan untuk “Neraka” adalah Gehenna. Gehenna sebenarnya tempat pembuangan sampah di luar Yerusalem. Mereka akan menumpuk sampah di sana, dan ketika sudah cukup tinggi sampai berbau busuk, dan ada cukup banyak tikus dan mahkluk lainnya, mereka akan membakarnya. Neraka dapat dibayangkan sebagai sebuah tempat pembuangan sampah kosmik bagi mereka yang memilih untuk menjadi tidak cocok bersama Allah di Surga.

Sebuah Penghakiman: Kita tidak harus melakukan kekejaman kepada makhluk apa pun, tapi kekejaman terhadap semut berbeda dengan kekejaman terhadap anjing, atau manusia. Dalam hukum, membunuh seseorang berbeda dari membunuh seorang presiden atau raja. Dengan kata lain, keparahan dosa diukur sebagian melalui siapa atau apa anda berdosa. Maka hal itu membuat dosa melawan Allah yang maha suci memiliki keseriusan yang jauh, jauh lebih besar dari dosa melawan orang lain.  

Sebuah karantina: Dalam rumah saya, saya ingin menjauhkan apa yang kotor dan menyebabkan penyakit. Saya memiliki hak untuk menolak masuk mereka yang akan menyakiti keluarga saya. Jika saya merasa saya memiliki hak itu, tidakkah Allah memiliki hak yang sama untuk rumahNya?

Pertumbuhan yang tak terbatas: Bayangkan seseorang yang memiliki sebuah dosa dalam hidup ini, seperti serakah atau nafsu. Bayangkan keinginan untuk dosa itu tumbuh sejumlah 0,01% per tahun. Sekarang bayangkan bahwa orang itu telah berada di Neraka selama jutaan tahun, dan telah memiliki pengetahuan tertentu bahwa keinginan yang penuh dosa tidak pernah dapat dipuaskan.

Sebuah distorsi waktu pembinasaan: Alkitab memberikan petunjuk bahwa waktu bersama Allah di Surga tidak sama seperti yang kita alami di bumi ini (2 Ptr 3:8; Mzm 90:4; Tit 1:2; kemungkinan Why 10:6). Waktu dalam kehidupan setelah meninggal umumnya dapat berbeda secara signifikan. Alkitab berkata mengenai asap dari siksaan mereka dan Lautan Api itu selamanya, tapi juga mengatakan mengenai “pembinasaan” dan “kehancuran”. Mengingat bahwa Allah memberikan kita jiwa yang abadi, dan bahwa Ia memberikan kita kemampuan yang dahsyat untuk memilih untuk berpisah dariNya selamanya, beberapa kaum injili telah melihat mungkin sebuah pelonggaran yang penuh murah hati mengenai ketidakterbatasan dosa. Kehancuran tidak harus berarti pembinasaan (yang mana berlawanan dengan hukuman abadi) tapi lebih sebuah kehilangan asimetris dari kesadaran atau kewarasan.

   Beberapa dari perumpamaan sebelumnya ini tidak dimaksudkan sebagaimana definisi Alkitabiah mengenai bagaimana Lautan Api seharusnya, tapi lebih kepada gambaran yang tidak bertentangan dengan Alkitab mengenai seperti apa jadinya.

 

P: Bagaimana saya dapat percaya dalam keajaiban?

J: Dan manusia mengatakan Wright bersaudara tidak pernah dapat terbang. Itu “mutlak pasti” orang tidak pernah dapat membatalkan hukum alam tentang gravitasi, dan namun itu terjadi. Para ilmuwan juga menegaskan bahwa atom tidak dapat dibagi, dan waktu adalah konstan untuk segala hal juga. Kita dapat dihibur dengan kesalahan-kesalahan dogmatis dari para ilmuwan di masa lalu, tidak pernah bahkan menebak bahwa generasi masa depan mungkin terhibur dengan kesalahan ilmu pengetahuan kita.

   Lebih lanjut, sejak Pencipta membuat semua hukum alam, bagaimana anda menjadi sangat yakin Ia tidak dapat membatalkan hukum alam dengan lebih mudah dari bahkan Wright bersaudara? Bayangkan untuk sesaat di mana anda dapat mengamati dan berkomunikasi dengan makhluk dalam sebuah alam semesta dua dimensi. Anda akan mengatakan pada mereka beberapa “hal-hal ajaib” seperti anda dapat melihat bagian dalam dan luar mereka pada waktu yang sama. Anda dapat “melihat” di sekitar pojokan, dan anda dapat membuat sesuatu muncul dan hilang (dengan hanya mengeluarkan atau memasukkannya ke bidang mereka). Jika mereka meminta untuk melihat anda, anda dapat menusukkan tiga jari pada bidang mereka, dan mereka dapat mengamati bahwa anda terlihat seperti tiga lingkaran. Saya yakin mereka juga akan memiliki orang-orang yang mengatakan secara ilmiah bahwa anda tidak mungkin ada. Maka, dapatkah kita menjadi yakin bahwa pengetahuan primitif kita mengetahui semua yang ada?

   Jika anda telah belajar entah kimia atau fisika, pikirkanlah ini. Mengingat bahwa apa yang kita ketahui mengenai mekanika kuantum, dan mekanika statistik dalam kimia, jika seseorang tidak memiliki kekuatan yang khusus kecuali kekuatan untuk membuat sesuatu terjadi yang sudah mungkin secara statistik, hanya ada sedikit keajaiban dalam Alkitab yang tidak dapat dilakukan (selain meramalkan masa depan).

   Seseorang mungkin mengatakan bahwa jika sebuah keajaiban akan meyakinkan mereka, itu harus benar-benar keajaiban yang besar. Bagaimana tentang kebangkitan dari kematian? Lihatlah pertanyaan berikut untuk lebih jelas mengenai hal ini.

 

P: Apakah kebangkitan Yesus hanyalah sebuah cerita mitos?

J: Tidak. Beberapa orang saat ini percaya dengan piring terbang; yang lain percaya manusia yang mendarat di bulan adalah sebuah mitos. Beberapa orang percaya dengan astrologi dan kartu tarot; yang lain berpikir cinta kita, kehormatan, dan segala sesuatu yang memberikan kita keberartian dalam hidup tidak lebih dari reaksi kimia yang datang dari sebuah “kebetulan” yang acak. Betapapun ganjilnya beberapa keyakinan saat ini, itu adalah sebuah gejala bahwa ada yang salah di sini. Apa yang salah adalah bahwa terlalu sedikit orang yang bertanya mengenai pertanyaan yang sederhana: “Di mana buktinya?” Bahkan untuk hal-hal yang tidak dapat diverifikasi oleh percobaan ilmiah, seperti sejarah, kita harus tetap bertanya “Di manakah buktinya?” dengan melihat pada cerita para saksi mata dan bukti, dan bukti yang harus anda ajukan dalam sebuah pengadilan hukum. Maka jika anda bertanya untuk melihat “bukti” dari kebangkitan fisik Yesus, itu hal yang adil untuk ditanyakan.

   Kita memiliki empat area bukti berbeda. Pertama kita memiliki bukti dari penulis Injil dan dari Paulus, yang melihat Yesus dalam sebuah penglihatan, dan mengetahui lebih dari 500 orang yang menyaksikan Yesus setelah kebangkitanNya (1 Korintus 15:5-7).

   Area bukti kedua, yang tidak disadari banyak orang, adalah bukti yang bukan dari orang Kristen tentang Kristus. Sejarawan Romawi Suetonius (tahun 120 M) menulis tentang seorang “Krestus” yang menghasut orang Yahudi di Roma. (Walaupun Krestus bukanlah nama yang langka, kita tidak mengetahui orang lain bernama Krestus yang menyebabkan orang Yahudi di Roma resah selain Yesus Kristus.) Sejarawan Palestina Thallus menulis tentang kegelapan di seluruh negeri pada saat itu. Sejarawan Romawi Tasitus juga menyebutkan “Kristus” yang dibunuh di bawah pimpinan Pontius Pilatus. Ada sebuah surat dari seorang bernama Mara bar-Serapion, yang menulis kepada anaknya sekitar tahun 73 M. Ia mendorongnya untuk meniru orang bijak dari sejarah, seperti Sokrates, Pitagoras, dan raja bijak yang dihukum mati oleh orang Yahudi. Josephus adalah sejarawan Yahudi yang menulis tentang Yesus dan juga tentang Yakobus, saudaraNya. Talmud Yahudi juga menyebutkan Yesus sebagai seorang penyihir. Yesus disebutkan dalam The Babylonian Talmud, Tol’doth Yeshu, The Amora ‘Ulla’, Yeb. IV 3, dan Baraita. Lucian dari Samosata, seorang penyindir pada abad kedua, menulis tentang Kristus yang disalibkan di Palestina. Ia juga mengatakan Kristus mengajarkan bahwa semua manusia adalah saudara dan mendorong untuk meninggalkan ilah-ilah Yunani. Pliny Junior, seorang gubernur Bitinia, menulis tahun 112 M kepada Kaisar, bertanya bagaimana memperlakukan orang-orang Kristen, dan ia dengan singkat menggambarkan keyakinan mereka, termasuk bahwa Yesus adalah seorang Allah. Flegon dari Karia, yang menulis tahun 137 M, juga menulis tentang kegelapan yang dahsyat di seluruh negeri tahun 33 M. (Namun, ia tidak menyebutkan Kristus.)

   Sebuah area kesaksian ketiga adalah orang Kristen yang menulis tentang kepercayaan mereka. Clement dari Roma, yang menulis sebuah surat untuk orang di Korintus yang kita dapat dengan tepat sebutkan pada tahun 96/98 M, banyak berbicara tentang Kristus dan Paulus. Ignatius, yang meninggal paling lambat tahun 116 M, menulis banyak surat. Polikarpus, yang mati sekitar tahun 163 M, adalah orang Kristen lainnya yang martir dan murid dari Rasul Yohanes. Papias, mati martir sekitar tahun 156 M, Theophilus dari Antiokia, meninggal entah tahun 181 atau 188 M, Justin, mati martir tahun 165 M, Irenaeus (tahun 182-188 M), Clement dari Aleksandria (tahun 193-217/220 M), Tertullian (tahun 198-220 M), dan Hippolytus, mati tahun 235/6 M, juga menulis dengan lebih luas tentang Kristus. Didache (atau Teachings of the Holy Apostles) adalah sebuah buku panduan gereja yang tanpa nama, ditulis sekitar tahun 60-120 M. Tatian (sekitar tahun 172 M) adalah seorang Kristen yang menjadi Enkratis Gnostis yang menulis sebuah harmoni dari kitab-kitab Injil yang disebut Diatessaron. Jika setiap salinan kitab injil dimusnahkan, kita akan tetap memiliki seluruh bagian atau sebagian sekitar 79% ayat dalam kitab injil hanya dari Diatessaron.

   Sebuah area bukti keempat adalah gereja orang Kristen sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 40.000 orang Kristen mati martir sebelum Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Roma. Jika semua dari orang Kristen awal, termasuk para rasul, tidak hanya mati atas apa yang mereka tahu adalah sebuah kebohongan, tetapi juga dengan berani melakukan perjalanan ke seluruh dunia menyatakan apa yang mereka ketahui adalah sebuah kebohongan dengan begitu antusias untuk meluncurkan agama terbesar dunia, maka “keajaiban” skeptis ini hampir sebesar keajaiban dalam Alkitab.

   Dengan semua bukti yang mendahului, hanya ada satu pertanyaan lagi. Ketika orang mengatakan kepada anda bahwa kebangkitan Yesus adalah hanya sebuah mitos, tanyalah kepada mereka: “Di manakah bukti anda?”

 

P: Apa sajakah keajaiban dalam Alkitab?

J: Ada sejumlah besar keajaiban: bahkan tidak menghitung dari nubuat dan Allah bekerja melalui cara yang natural. Berikut adalah keajaiban (termasuk petunjuk ilahi) dalam Alkitab.

Keajaiban yang terjadi di dalam kitab Kejadian

Penciptaan langit dan bumi. Kej 1

Penciptaan Taman Eden. Kej 2

Air bah Nuh. Kej 7-8

Menara Babel dan kekacauan bahasa. Kej 11:7-9

Mengirimkan penyakit pada Firaun dan seluruh isi istananya karena Sarai. Kej 12:17

Allah menampakkan diri kepada Abraham sebagai tiga orang. Kej 18

Sodom dan Gomora dihancurkan. Kej 19:1-29

Kelahiran Ishak untuk Sara, seorang perempuan tua yang mandul. Kej 21:1-2

Allah memanggil Hagar untuk menemukan sebuah sumur. Kej 21:17-19

Seorang malaikat memanggil Abraham dan menyediakan seekor domba jantan sebagai pengganti Ishak. Kej 22:12-13

Pelayan Abraham dengan segera menemukan seorang istri untuk Ishak (petunjuk ilahi). Kej 24:12-16

Keajaiban yang terjadi di kitab Keluaran

Putri Firaun menemukan bayi Musa (petunjuk ilahi). Kel 2:5-6

Musa dan semak yang terbakar. Kel 3:2-6

Tongkat Musa dan tangan kusta. Kel 4:2-7

Tongkat Harun menjadi seekor ular. Kel 7:8-10

Tongkat orang Mesir menjadi ular, tapi tongkatnya Harun memakan mereka. Kel 7:11-12

Tulah darah. Kel 7:19-22

Tulah katak. Kel 8:6-7

Tulah nyamuk. Kel 8:17-18

Tulah lalat pikat. Kel 8:24

Tulah matinya hewan ternak. Kel 9:6-7

Tulah hujan es. Kel 9:23-25

Tulah belalang. Kel 10:12-15

Tulah kegelapan. Kel 10:22-23

Perayaan Paskah. Kel 12:29-30

Tiang awan dan api. Kel 13:21-22

Menyeberangi Laut Merah. Kel 14:21-31

Air dibuat manis di Mara. Kel 15:25

Persediaan burung puyuh dan manna. Kel 16:13-15; Bil 11:4-9

Air dari batu di Massa. Kel 17:1-7; Bil 20:11

Bangsa Israel mengalahkan bangsa Amalek selama tangan Musa diangkat ke atas. Kel 17:11

Tuhan turun ke atas Gunung Sinai, yang tampak menyala-nyala. Kel 19:20

Orang-orang terkena tulah karena anak lembu emas. Kel 32:35

Cahaya dari muka Musa. Kel 34:29-30

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Imamat

Nadab dan Abihu mati karena mempersembahkan api asing di hadapan Tuhan. Imamat 10:1-2

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Bilangan

Api dari Tuhan. Bilangan 11:1

Bilangan 11:4-9 sudah disebutkan bersama Keluaran 16:13-15

Miryam untuk sementara waktu terkena kusta. Bilangan 12:10-14

Bilangan 20:11 sudah disebutkan dalam Keluaran 17:1-7

Keledai Bileam. Bilangan 22:22-32

Tulah menimpa bangsa Israel. Bilangan 25:8-9

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Ulangan

Musa kuat dan tetap memiliki penglihatan yang baik sesaat sebelum ia mati pada usia 120 tahun. Ul 34:7

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Yosua

Menyeberangi Sungai Yordan. Yosua 3:15-17

Runtuhnya tembok Yeriko. Yosua 6:20-21

Hujan batu dan matahari berhenti ketika berperang dengan raja-raja Kanaan selatan. Yosua 10:11-14

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Hakim-hakim

Bulu domba Gideon. Hakim-hakim 6:36-40

Ibunya Simson yang mandul dan ayahnya melihat seorang malaikat lalu mendapatkan Simson. Hak 13:2-6

Kekuatan Simson. Hakim-hakim 14:5-16:20

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Rut

Rut memilih ladang Boas untuk bekerja (petunjuk ilahi). Rut 2:3,19-20

Keajaiban yang terjadi dalam kitab 1 Samuel

Hana tidak memiliki anak, tapi kemudian melahirkan Samuel. 1 Samuel 1:3,17

Ketika bangsa Filistin memiliki tabut, dewa mereka jatuh, dan mereka terkena borok. 1 Samuel 5

Allah membunuh 70 laki-laki dari Bet Semes yang melihat ke dalam tabut. 1 Samuel 6:19

Saul tanpa sengaja masuk ke dalam gua tempat Daud bersembunyi (petunjuk ilahi). 1 Samuel 24:3-4

Keajaiban yang terjadi dalam 2 Samuel

Uza mati karena mengulurkan tangan untuk memegang tabut. 2 Samuel 6:6-7

TUHAN mengirim sebuah tulah karena Daud menghitung para prajurit. 2 Samuel 24:15-16

Keajaiban yang terjadi dalam kitab 1 Raja-raja

TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dua kali. 1 Raja-raja 3:5; 9:2

Kekeringan dinubuatkan oleh Elia. 1 Raja-raja 17:1-6

Tempayan tepung dan buli-buli minyak yang tidak akan pernah habis bagi janda di Sarfat. 1 Raj 17:7-14

Elia membangkitkan anak laki-laki yang mati dari janda Sarfat. 1 Raja-raja 17:17-24

Elia dan para nabi Baal di atas Gunung Karmel. 1 Raja-raja 18:38

Allah dengan kekuatan supernatural memberi makan Elia setelahnya. 1 Raja-raja 19:1-9

TUHAN menampakkan diri kepada Elia. 1 Raja-raja 19:9-13

Keajaiban yang terjadi dalam kitab 2 Raja-raja

Allah mengirimkan api untuk membunuh para prajurit yang dikirim untuk menangkap Elia. 2 Raj 1:9-12

Elia pergi ke surga dalam angin badai. 2 Raja-raja 2:11-12

Sungai Yordan terbelah untuk Elisa. 2 Raja-raja 2:13-14

Elisa menyehatkan air. 2 Raja-raja 2:19-22

Seekor beruang menganiaya 42 anak muda yang mengejek Elisa. 2 Raja-raja 2:23-25

Minyak seorang janda. 2 Raja-raja 4:1-7

Elisa membangkitkan anak orang Sunem yang sudah meninggal. 2 Raja-raja 4:8-37

Elisa menghilangkan racun dari makanan dalam sebuah kuali. 2 Raja-raja 4:38-41

Elisa memberi makan 100 orang dengan 20 roti jelai. 2 Raja-raja 4:42-44

Elisa menyembuhkan seorang Siria bernama Naaman dari sakit kusta. Gehazi terkena kusta. 2 Raj 5:1-27

Sebuah mata kapak mengapung. 2 Raja-raja 6:1-7

Elisa menjebak bangsa Aram. 2 Raja-raja 6:8-20

Tentara Aram melarikan diri setelah mendengar kereta kuda dan kuda. 2 Raja-raja 7:5-8

185.000 orang Asyur yang mengepung Yerusalem dibunuh. 2 Raj 19:35-36; 2 Taw 32:21; Yes 37:21-37

Keajaiban yang terjadi dalam kitab 1 Tawarikh

Uza terbunuh setelah menyentuh tabut. 1 Tawarikh 13:9-10

Bunyi derap langkah di atas pohon kertau. 1 Tawarikh 14:15

Tulah di Israel setelah sensus. 1 Tawarikh 21:14-15

Keajaiban yang terjadi dalam kitab 2 Tawarikh

Bangsa Moab dan Edom saling berperang, bukannya melawan Israel. 2 Tawarikh 20:22-23

Raja Uzia terkena kusta setelah mempersembahkan korban bakaran yang seharusnya dilakukan imam. 2 Tawarikh 26:20-21

Lihatlah 2 Raja-raja 19:35-36; 2 Tawarikh 32:21; Yes 37:21-37 untuk lenyapnya tentara Asyur.

Tidak ada keajaiban terjadi dalam kitab Ezra sampai Kidung Agung

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Yesaya

(Penglihatan dan keajaiban masa depan tidak termasuk di sini.)

Lihatlah 2 Raja-raja 19:35-36; 2 Tawarikh 32:21; Yesaya 37:21-37 untuk lenyapnya tentara Asyur.

Tidak ada keajaiban terjadi dalam kitab Yeremia atau Ratapan

(Keajaiban di masa depan tidak termasuk di sini.)

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Yehezkiel (belum selesai)

(Penglihatan dan keajaiban masa depan tidak termasuk di sini.)

Istri terkasih Yehezkiel meninggal. Yehezkiel 24:15-18

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Daniel

Daniel menafsirkan mimpi Nebukadnesar. Daniel 2:24-49

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego selamat dari dapur api. Daniel 3:20-30

Nebukadnesar hidup seperti seekor binatang untuk beberapa saat. Daniel 4:31-34

Tulisan di dinding. Daniel 5

Daniel dalam gua singa. Daniel 6:16-28

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Hosea sampai Maleakhi

Yunus dan ikan besar, pohon jarak, dan ulat. Yunus 1:17; 4:6-7

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Injil (belum selesai)

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Kisah Para Rasul (belum selesai)

Yesus diangkat ke surga. Kisah Para Rasul 1:9-11

Pada hari Pentakosta lidah api dan berbicara dalam bahasa manusia yang berbeda. Kis 2:1-13

Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang pengemis lumpuh berusia 40 tahun lebih. Kis 3:1-10; 4:22

Tempat mereka berkumpul bergoyang setelah orang-orang percaya berdoa. Kis 4:31

Ananias dan Safira dibunuh karena berbohong kepada Allah. Kis 5:1-11

Para rasul menyembuhkan banyak orang. Kis 5:12-16

Para rasul dengan ajaib keluar dari penjara. Kis 5:17-21

Filipus melakukan mujizat di Samaria. Kis 8:4-8,12

Simon si penyihir memesona orang dengan sihirnya (apakah itu benar atau palsu tidak dikatakan). Kis 8:9-11

Filipus dan orang Etiopia. Kis 8:26-40

Penglihatan dan kebutaan Saulus dari Tarsus. Kis 9:1-12

Penglihatan Saulus dikembalikan. Kis 9:17-18

Petrus menyembuhkan Eneas yang lumpuh. Kis 9:32-35

Petrus membangkitkan Tabita (Dorkas) dari kematian. Kis 9:36-43

Kornelius dan mereka yang ada dalam rumahnya berbicara dalam bahasa roh (sebelum dibaptis). Kis 10:44-48

(belum selesai setelah ini)

Tidak ada keajaiban terjadi dalam kitab Roma sampai Yudas

(Penglihatan tidak termasuk di sini.)

Keajaiban yang terjadi dalam kitab Wahyu

(Keajaiban di masa depan tidak termasuk di sini. Penglihatan Yohanes tidak didata di sini.)

 

P: Bukankah ini menggelikan untuk mengharapkan seseorang untuk mengikuti petunjuk yang mutlak?

J: Sekarang kita semua mengenal bahwa beberapa hal tidak mutlak, seperti hal rasa, warna atau gaya. Namun, sebut saya bergaya tempo dulu jika anda mau, tapi saya kebetulan berpikir bahwa pembunuh berantai setidaknya ditantang secara sosial. Sebut saya secara politik salah jika anda mau, tapi saya merasa bahwa Stalin membuat jutaan rakyat Ukraina mati kelaparan tentunya kurang dari baik. Sebut saya seorang petugas keselamatan yang gila jika anda mau, tapi saya terkadang merasa bahwa melompat dari jendela lantai 21 dapat menjadi tidak selamat bagi kesehatan anda. Mungkin anda tidak setuju dengan semua ini, atau mungkin anda memegang beberapa kemutlakan juga.

   Oleh karena itu, “teman absolutisku”, pertanyaannya adalah bukan apakah kemutlakan ada, tapi lebih kepada jenis apa yang mutlak. Ada kemutlakan fisik: seperti jika anda mendorong mobil anda dari sebuah jembatan, nilai jual kembalinya sendiri kemungkinan akan menurun. Ada kemutlakan emosi: jika anda mengatakan pada pacar anda ia adalah satu-satunya orang yang akan pernah anda cintai, namun hari berikutnya ia melihat anda mencium lelaki lain, anda mungkin hanya harus menunggu lama, lama sebelum mendapatkan cincin pertunangan darinya. Maka jika hal-hal ini kemungkinan dekat dengan kemutlakan, mengapa anda ragu bahwa mungkin ada kemutlakan moral juga?

   Seorang teman saya menulis sebuah tulisan untuk kelas filsafat tentang pandangan Kant yang baiknya didefinisikan sebagai “apa yang dilakukan karena rasa kewajiban”. Ia membiarkan saya membaca tulisannya ketika ia pergi makan siang. Ia mengatakan pada saya untuk menaruh saja itu di atas tempat tidurnya dan kunci pintu ketika saya pergi. Saya melakukan itu dan kemudian bergabung dengannya untuk makan siang. Ia menanyakan saya bagaimana menurut saya tentang tulisan itu, dan saya berkata padanya saya tidak setuju. Para prajurit Hitler, yang membunuh semua orang Yahudi sebagai tugas mereka, tidak sedang melakukan hal yang baik. Tidak ada orang yang disuruh oleh seorang bos geng untuk melakukan kejahatan yang sedang melakukan perbuatan baik. Pada faktanya saya berkata padanya, saya merasa itu sangatlah salah, yang mana saya merasa itu adalah tugas saya untuk merobek tulisannya hingga kecil-kecil! Sekarang bukankah itu hal yang baik? Ia lalu mengambil sebuah pisau makan dan berbicara tentang kesadaran tugasnya.

   Seorang teman Kristen saya pernah berada dalam kelas filsafat di mana profesornya sedang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah relatif. Bahkan ia berkata, ketika ia membalikkan punggungnya kepada kelas, kelasnya tidak ada. Ia membalikkan punggungnya untuk menunjukkan. Dan murid lain melempar sebuah buku dan mengenai bagian belakang kepala profesor. Profesor berbalik dengan cepat dan berteriak, “Siapa yang melakukan itu?” Muridnya mengatakan, “Tidak ada yang melakukan, karena kita tidak ada!” Seperti buku dengan beberapa massa, kemutlakan realita memiliki sebuah cara yang menabrak kita dengan sebuah gema pada kepala ketika kita mengabaikan mereka.

   Pada sebuah catatan suram, beberapa hal dapat menjadi relatif (seperti statistik) dan mutlak. Seperti contoh, beberapa tahun lalu sebuah studi yang dilakukan di sebuah kota di perbatasan Meksiko menemukan bahwa 20% dari para pelacur terkena AIDS. Sekarang bilang saja seorang yang tidak punya moral mencoba untuk “melindungi dirinya” sehingga risiko penularannya adalah 10%. Jika seorang anak laki-laki berhenti selama hidupnya setelah 10 pertemuan, kesempatan bahwa ia bebas dari AIDS adalah 81,7%, yaitu (1 - (.2)*(.1))^10. Jika seseorang berhenti setelah 50 pertemuan, maka kesempatan bahwa ia bebas dari AIDS hanya 36%. Ya, ada bahkan kemutlakan dalam relativitas.

 

P: Yesus adalah seorang yang suka berpesta dan jika Ia sekarang ada di sini, akankah Ia berpesta dengan kita?

J: Yesus pergi ke acara pernikahan dan banyak jamuan makan malam. Ia tidak pernah mabuk, tidak pernah kehilangan kepalanya karena mabuk narkoba, dan tidak pernah mempermalukan tubuhNya. Sekarang ada pesta yang busuk dan pesta yang menyenangkan. Satu cara untuk membedakannya adalah dari bagaimana orang merasa di hari berikutnya, atau sebagaimana seorang Kristen mengatakan, “Anda dapat membungkuk dan menyembah Allah, atau anda dapat membungkuk dan menyembah kloset [toilet].” Kita orang Kristen suka pesta sebenarnya, dan kita ingin untuk mengundang anda untuk datang: setiap Minggu pagi. Tentunya itu tidak hanya semata-mata pesta, tapi lebih sebuah ibadah yang penuh suka cita dan menakjubkan kepada Allah yang Hidup.

 

P: Bilamana saya selalu menjadi seorang Kristen?

J: Ya mungkin anda memang, tapi tentunya tidak setiap orang yang merasa memakai label itu adalah orang Kristen di mata Allah. Untuk menjadi seorang Kristen berarti untuk mengikuti Kristus. Itu berarti untuk mengakui bahwa Allah adalah Pencipta kita, mencintai kita, dan akan menghakimi umat manusia pada hari penghakiman. Itu berarti untuk bertobat atas dosa kita; tidak hanya perbuatan dosa, tapi perbuatan baik yang seharusnya kita lakukan dan gagal melakukannya, sebagaimana juga perkataan dan pemikiran kita. Itu berarti untuk mengakui bahwa diri kita tidak pernah cukup baik untuk pantas pergi ke Surga Allah yang sempurna. Sebaliknya, kita hanya menerima karunia yang diberikan secara cuma-cuma atas kehidupan yang kekal, diberikan melalui Yesus Kristus yang mati di atas kayu salib untuk dosa kita dan tubuhnya bangkit dari kematian. Itu berarti untuk mempercayakan hidup kita kepada Allah. Itu berarti, daripada mencoba untuk masuk ke surga melalui perbuatan baik kita sendiri, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat atas hidup kita, dan hidup untuk menyukakanNya.

   Jika anda telah memberikan hidup anda kepada Kristus, itu bagus sekali. Saya ingin sekali belajar tentang pengalaman anda. Jika anda belum, tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang ini. Saya ingin berbagi dengan anda apa yang saya telah pelajari, dan ada di sini untuk mencoba menjawab setiap pertanyaan atau keraguan yang anda miliki sebelum anda datang kepada Kristus.

 

P: Bilamana saya dulunya seorang Kristen?

J: Jika demikian, itu terdengar menyedihkan. Sulit bagi saya membayangkan bagaimana merasakan dicintai oleh Pribadi yang paling berkuasa, namun juga paling penuh kasih, di alam semesta, menjadi bernilai besar bagiNya, dan lalu membuang diri anda jauh dari kasih itu. Harusnya terasa sepuluh kali lebih buruk dari seorang gadis (atau laki-laki) yang anda sangat sukai yang memutuskan anda karena suatu saat anda berlaku tidak peduli dan dingin. Akan seperti apa dengan memiliki sebuah tujuan besar dalam kehidupan, sebagaimana untuk menolong orang lain hidup selamanya dalam sukacita, dan lalu datang ke sebuah tempat di mana kehidupan anda dan tujuan anda adalah kombinasi kimiawi yang tidak berarti yang tidak seorang pun akan peduli tentang itu pada abad-abad mendatang? Saya ingin mendengar cerita anda.

 

P: Apakah meminum alkohol BOLEH, karena bahkan Yesus mengubah air menjadi anggur?

J: Yesus mengubah air menjadi anggur, tapi Alkitab tidak pernah mengatakan ada orang yang menjadi mabuk karena anggur itu. Minum dalam taraf yang biasa diizinkan, tapi kita diperintahkan untuk tidak menjadi mabuk. Pernah suatu saat seorang pemabuk berat datang ke dalam kelas Alkitab, dan ia membuka Alkitab untuk pertama kali sejak dari waktu yang lama. Ayat pertama yang ia buka adalah Efesus 5:18, yang mengatakan: “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” (TB). Ia kemudian mengatakan pada saya ia merasa kelas Alkitab “menyeramkan”.

 

P: Karena beberapa orang Kristen yang saya tahu berpesta dengan saya, apa yang berbeda?

J: Tentu, hanya dengan menyatakan sebagai orang Kristen, atau hanya pergi ke gereja, tidak membuat anda seorang Kristen lagi lebih dari berjalan menyeberangi lapangan sepak bola membuat anda seorang bintang sepak bola. Seorang Kristen yang menurut tidak ingin melakukan hal-hal yang melawan perintah Allah, seperti mabuk.

   Sebagai seorang Kristen, saya dulunya “suka berpesta” dengan orang yang bukan Kristen juga. Saya minum (tapi tidak alkohol, hanya minuman bersoda), saya tidak pernah menggunakan narkoba atau melakukan hal lain yang tidak menghormati Allah. Seperti yang lainnya, saya ingin mengenal orang dan melihat teman lama. Namun, saya secara bertahap berhenti untuk pergi, pada dasarnya karena saya bosan. Ketika orang minum sangat banyak yang membuat mereka tidak akan mengingat di kemudian hari sebuah kata yang anda katakan, apa gunanya?

 

P: Saya rasa agama adalah pribadi, maka mengapa tidak hanya menyembah Allah dalam cara saya sendiri?

J: Ya, hubungan kita dengan Allah seharusnya bersifat pribadi. Kristus sangat pribadi kepada rasul Paulus, begitu pribadi sehingga Paulus mengambil risiko dalam hidupnya, melakukan perjalanan ke seluruh dunia Mediterania, untuk mengatakan kepada setiap orang yang ia bisa tentang memiliki sebuah hubungan pribadi dengan Allah! Ada juga bukti bahwa rasul Andreas pergi ke Rusia modern, Matius pergi ke Etiopia, dan rasul Thomas mungkin pergi ke tempat sejauh India. Namun, daripada menyembah Allah dalam cara anda sendiri (seperti yang Kain lakukan), mengapa tidak menyembah Allah dalam caraNya? Lagipula, penyembahan itu untukNya dan bukan untuk diri anda, bukan?

 

P: Saya tidak begitu jahat dibandingkan dengan pembunuh yang ada dalam sel penjara.

J: Mungkin tidak, tapi kita semua tetap kurang dari yang dibutuhkan untuk pergi ke surga. Walaupun beberapa, seperti Kayafas, memiliki dosa yang lebih besar dari yang lainnya seperti Pontius Pilatus (Yohanes 19:11), itu tidak memberikan anda banyak penghiburan jika anda terpisah dari Allah untuk selamanya. Pertanyaan yang pokok adalah: apakah anda mau menghabiskan kekekalan bersama Allah, memuja dan melayaniNya, dalam cara yang bahkan kita tidak dapat bayangkan? Jika tidak, maka Allah mengatakan pada akhirnya “OK”. Ia akan membuat alam semesta yang lain, di mana anda dan yang lainnya dengan pendirian yang sama dapat melakukan yang anda mau. Tentunya Allah adalah sumber segala kasih dan kebaikan, sehingga tempat lain itu, sebuah suaka alam liar jika anda mau, akan menjadi sangat mengerikan tanpa Allah. Tempat itu dinamakan Neraka. Yesus sering menyebutnya Gehenna, yang mana adalah juga nama dari tempat pembuangan sampah di luar Yerusalem. Semua yang dapat anda capai, semua kasih dan kebaikan yang dapat anda alami, kini terbuang sia-sia. Dan anda tidak akan memiliki orang lain untuk dipersalahkan, kecuali diri anda sendiri.

 

P: Alkitab hanyalah untuk para imam dan pendeta karena tidak ada orang yang sungguh dapat memahaminya kecuali mereka. 
J: Saya dapat memahami perasaan-perasaan itu. Kita harus berada dalam kekaguman terhadap Kitab Suci Allah; itu menakjubkan yang mana Allah yang super pintar, dan maha tahu ingin memilih untuk menyingkapkan firmanNya kepada kita semua yang miskin, bodoh, dan pelupa. Mungkin setan ingin tertawa atas kepintaran kita, atau juga kekurangan daripadanya, kecuali bahwa melalui firman Allah, melalui kekuatan Allah, kita memiliki kewenangan atas mereka. Tapi, walaupun para teolog menghabiskan seumur hidup menggali kekayaan Alkitab, kita tidak boleh terlalu takut kepada kitab suci Allah sehingga tidak membacanya, dan sama pentingnya, tidak menurut kepadanya. Pesan keselamatan adalah sederhana sekali bahwa anak-anak kecil dapat cukup belajar dari kitab ini untuk mengetahui jalan keselamatan. Tapi walaupun itu sederhana, itu tetap memberikan sebuah tantangan seumur hidup untuk mengikutinya. Walaupun buku-buku yang baik telah ditulis untuk mengajar mereka yang tidak tahu apa pun tentang Alkitab bagaimana mempelajarinya, biarkan saya memberikan anda beberapa petunjuk singkat.

   Jika anda ingin pertolongan (dan saya yakin anda ingin), berdoa sebelum anda mempelajari firman Allah, meminta tuntunan Allah.

   Ingatlah, Allah tidak menuntut kita untuk mengetahui segalanya tentang apa yang belum Ia singkapkan, tapi Allah telah memberikan kita keistimewaan dan tanggung jawab dari mengetahui apa yang telah Ia singkapkan. Ia ingin anda mempelajarinya bahkan lebih dari keinginan anda untuk mempelajarinya!

   Ketika mempelajari Alkitab, lakukan:

Observasi: Lihat tidak hanya apa yang ayat-ayat katakan, tapi juga ayat-ayat sebelum dan setelah, dan bagian-bagian yang paralel.

Tafsiran: Membandingkan dengan keseluruhan dari Alkitab, tafsirkan makna yang Allah maksudkan untuk ayat-ayat itu.

Aplikasi: Lalu apa? Tentukan apa yang dapat anda pelajari dari ini yang akan (atau harus) membuat sebuah perbedaan dalam kehidupan anda.

   Bergabunglah dalam sebuah kelompok Alkitab yang baik. Satu alasan kita butuh untuk bersama dengan orang-orang percaya lainnya adalah agar kita dapat saling menolong.

   Dapatkan beberapa sumber Alkitab yang baik dari orang Kristen lainnya. Alkitab studi dan buku kecil studi Alkitab yang baik berlimpah-limpah, dan penjelasan sangat berguna. Sebuah konkordansi akan membantu anda menemukan ayat lainnya dengan pemikiran dan kata yang sama. Ada sumber internet yang bagus juga (sebagaimana yang buruk). Satu yang secara khusus menjawab lebih dari 8.667 pertanyaan tentang Alkitab adalah www.BibleQuery.org. www.MeeknessAndTruth.org juga memiliki materi yang berguna untuk mempertahankan kepercayaan, dan www.leaderu.org memiliki banyak artikel mengenai Kekristenan dan topik lainnya. www.watchman.org memiliki materi yang menunjukkan apa yang salah dengan agama palsu, seperti Saksi Yehova dan Mormon.

 

P: Mengapa anda tidak percaya semua nabi (termasuk Muhammad)?

J: Seorang Ahmadiyah bisa bertanya kepada seorang Muslim pertanyaan yang sama: mengapa umat Islam tidak percaya nabi mereka, Mirza Ghulam Ahmad? Tapi kaum Baha’i dapat bertanya kepada kaum Ahmadiyah pertanyaan yang sama: mengapa mereka tidak percaya nabi-nabi mereka, Bab dan Baha’u’llah? Bahkan umat Islam akan setuju bahwa kita tidak dianjurkan untuk percaya pada Musailama al-Kadhdhab, dan al-Ansi dari San’a, karena kita dapat semuanya menyetujui kita tidak diharuskan untuk percaya semua nabi ketika beberapa adalah nabi palsu.

   Maka kita tidak percaya Muhammad, karena Muhammad adalah seorang nabi palsu.

   Tentunya seorang Yahudi dapat bertanya mengapa orang Kristen mengikut pada Yesus, karena Talmud Yahudi mengajarkan Yesus adalah seorang nabi palsu. Kembali bahkan lebih jauh, Firaun dari Mesir tidak melihat pertama kali bahwa Musa adalah nabi yang sesungguhnya.

   Maka, mengingat bahwa kita diajarkan untuk percaya setiap nabi Allah, dan tidak mempercayai nabi palsu, bagaimana anda membedakan nabi yang benar dari nabi-nabi palsu?

   Pada masalah krusial ini Allah memberikan kita dua ujian dalam Ulangan 18:20-22: seorang nabi adalah palsu jika ia berbicara atas nama allah lain, atau jika ia mengatakan atas nama Allah apa yang tidak Allah perintahkan. 1 Yohanes 4:1-3 menambahkan bahwa mereka palsu jika mereka menyangkal bahwa Yesus datang dalam daging, dan Yeremia 6:13; 23:16 menunjukkan nabi-nabi palsu yang berbicara perkataannya sendiri sebagai firman Allah.

   Perjanjian Lama, yang mana kita miliki salinannya dari masa Yesus dan sebelumnya dalam Dead Sea Scrolls (Lembaran dari Laut Mati), mengajarkan kita dengan sangat jelas bahwa Allah adalah seorang Bapa, dan orang-orang percaya adalah anak-anakNya, tidak dalam maksud yang berhubungan dengan kelamin, tapi dengan diadopsi ke dalam keluargaNya, dilahirkan kembali sebagai ciptaan yang baru. Muhammad dan Qur’an dengan jelas menolak ini. Muhammad, sebagai seorang nabi, dan Qur’an yang katanya kitab suci Allah, mengatakan hal-hal yang salah tentang Allah yang sejati.

 

P: Karena sekte Protestan datang ke sini hanya sekitar abad ke-19, tidak mungkin untuk mengatakan bahwa para leluhur kita di abad ke-16 dibuang ke neraka. 

J: Setuju. Walaupun beberapa umat Katolik dapat menjadi umat Kristen yang tulus juga, mengapa kembali hanya sejauh sekte Protestan? Banyak orang yang bukan Yahudi mati sebelum Kristus dilahirkan. Sementara Alkitab tidak mengatakan pada kita segala sesuatu tentang mereka, tapi mengatakan pada kita tentang Allah. Allah adalah yang benar dan adil (Rom 3:4-5), dan Allah tidak menghitung dosa di mana tidak ada hukum (Rom 4:15; 5:13). Namun, itu tidak membiarkan orang lepas dari kesalahan, bahkan manusia di zaman batu memiliki salinan yang tidak sempurna dari hukum Allah dalam hati nurani mereka (Rom 2:14-15). Dan kita semua telah melanggarnya. Tapi seperti halnya Allah sanggup menyelamatkan Nuh, Abraham, Ayub, dan yang lainnya melalui Kristus, walaupun mereka tidak pernah mendengar nama Kristus, Allah sanggup menyelamatkan semua yang memanggilNya, terlepas dari apa yang mereka tahu.


P: Saya tidak memiliki waktu untuk kelompok kecil karena saya sangat sibuk dengan pekerjaan dan keluarga saya. 

J: Kuncinya adalah bukan ikut serta dalam sebuah kelompok tertentu atau tidak, tapi apakah anda memiliki kepercayaan dalam Allah? Khususnya, apakah anda percaya bahwa Allah ingin anda untuk memiliki sebuah kehidupan yang sehat dan seimbang, yang mana termasuk keluarga dan pekerjaan sebagaimana juga kedekatan kepadaNya? Apakah anda memiliki kepercayaan bahwa Allah akan menyediakan semua waktu yang anda butuhkan untuk melakukan apa yang harus anda lakukan, walaupun itu mungkin tidak cukup waktu untuk melakukan semua hal-hal tambahan yang anda ingin lakukan yang mana Allah tidak pernah maksudkan bagi anda untuk mengerjakannya sendiri sampai anda mati?

   Semua orang Kristen akan berdiri di hadapan kursi penghakiman Kristus (juga disebut kursi penghakiman bema), dan memberikan pertanggungjawaban dan membiarkan pekerjaan mereka diuji (1 Kor 3:11-15). Maka anda dapat membuat prioritas duniawi sementara yang anda mau, tapi ketahuilah bahwa anda akan harus memberikan pertanggungjawaban bagaimana anda membuatnya. Jika anda harus melakukan sesuatu, maka lakukanlah.

 

P: Keyakinan Trinitas dan Kemanunggalan terlihat sama bagi saya. Itu hanyalah semantik. Pada akhirnya mereka percaya Yesus adalah Allah. 

J: Aliran Mormon, pengikut New Age, dan bahkan seorang Buddha yang tak begitu tekun semua percaya bahwa Yesus adalah Allah juga; anda harus percaya pada Allah yang benar. Daripada mengatakan satu doktrin yang khusus adalah penting, untuk mengesampingkan yang lain, penting untuk tunduk dan percaya segala sesuatu yang Allah telah singkapkan tentang diriNya.

Ini sebuah kebohongan yang menyeramkan dengan mengatakan bahwa Bapa mati di atas kayu salib.

   Pada pembaptisan Yesus Bapa berbicara, dan Roh turun dalam bentuk seekor merpati. Apakah Yesus ahli bicara perut yang menipu manusia dengan perbuatan sihirnya, atau adakah tiga makhluk/pribadi yang berbeda?

Ibrani 5:8 mengatakan bahwa Putra belajar kemenurutan. Tanyakan kepada seseorang dari aliran Kemanunggalan, tepatnya kepada siapakah Putra harus menurut?

   Atau sebagaimana seorang pengajar dari aliran Kemanunggalan mengatakan di radio, “Saya akan menolak untuk menyembah seorang Allah yang ingin mengirimkan ‘PutraNya’ untuk mati menggantikan diriNya sendiri.”


P: Anda benar-benar tidak dapat mengatakan keyakinan anda adalah benar sementara yang lain salah.

J: Pada satu hal anda benar. Saya tidak dapat mengatakan bahwa pandangan dan pendapat saya adalah benar, tapi Yesus dapat mengatakan, dan saya hanya ingin berbagi dengan orang lain apa yang Ia katakan. Saya memiliki seorang guru sekolah dasar yang mana saya harap anda tidak melihat itu terlalu dogmatis; ia berkeras bahwa 2 + 2 = 4. Saya tidak pernah berpikir untuk mengatakan kepadanya, “Itu benar buat anda, tapi tidak benar bagi saya.” Jika anda membutuhkan operasi jantung yang terbuka, maukah anda pergi ke seorang dokter yang mengatakan, banyak orang telah berhasil mengalami operasi ini dalam cara yang sama, tapi lihatlah, saya merasa sangat kreatif hari ini. Saya ingin mencoba hal-hal dengan berbeda. Tidak, anda berharap dokter bedah tidak hanya mengetahui cara yang benar, tapi juga dogmatis mengenai mengikuti apa yang benar dan menggunakan kemampuan yang besar dalam melakukan apa yang terbaik bagi pasien. Kebenarannya adalah, saya butuh operasi jantung yang terbuka. Pada faktanya, kita semua butuh operasi jantung yang terbuka; untuk menggantikan hati yang tidak peduli dan egois, dengan hati yang baru, dari Allah, dipenuhi kasih yang supernatural. Kita tidak hanya butuh dokter, tapi dokter terbaik di sekitar kita. Kita butuh Yesus untuk datang ke dalam hati kita.

 

P: Saya benar-benar tidak memiliki waktu untuk Alkitab saat ini. 
J: Seorang Kristen, Charles E. Hummel, menulis sebuah buku kecil yang bagus mengenai ini, disebut Tyranny of the Urgent, di mana ia menyimpulkan: “Tirani kemendesakan adalah musuh dari yang penting.” Kita mengizinkan diri kita untuk tenggelam dalam tugas-tugas kecil yang memiliki batas waktu sehingga kita gagal dalam melakukan apa yang namanya kepentingan yang tertinggi, hanya karena itu tidak memiliki batas waktu (setidaknya bahwa kita telah memiliki pengetahuan tentang itu). Berapa lama kehidupan anda di bumi, dibandingkan kekekalan? Anda harusnya tidak gagal untuk memperhitungkan hal-hal yang paling penting, dan apa yang lebih penting daripada Allah dan tujuan kekekalan anda? Jika anda dengan tulus tidak memiliki cukup waktu untuk Allah, maka berdoalah kepada Allah, mintalah padaNya untuk menghilangkan dari kehidupan anda semua hal yang membuat anda menjauh dari kedekatan denganNya.

 

P: Alkitab hanya ditulis oleh manusia seperti kita dan maka itu memiliki kesalahan.

J: Dapatkah Allah yang Maha Kuasa menulis sebuah firman yang sempurna dengan sebuah pena yang tidak sempurna? Tentu Ia bisa. Walaupun Petrus, Paulus, maupun rasul lainnya tidak menyatakan diri sempurna tanpa dosa, kita harus memutuskan jika kita akan mempercayai para rasul Kristus atau tidak. Jika kita percaya kepada mereka, berikut adalah apa yang mereka katakan tentang Kitab Suci.

   “Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.” (2 Petrus 1:16 TB)

   “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Petrus 1:20-21 TB)

   “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17 TB)

   “…seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” (2 Petrus 3:15b-16 TB)

   Pada akhirnya Yesus berkata pada Setan, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat 4:4 TB) Dalam godaan yang lain, Yesus menjawab Setan dengan Kitab Suci. Itu cukup baik bagi Yesus; semoga anda akan berpikir ini juga bagus untuk anda.

 

P: Saya tidak merasa 1 miliar umat Katolik Roma akan pergi ke neraka hanya karena mereka berbeda dengan keyakinan anda.
J: Tidak juga dengan saya. Tapi saya harus mengatakan pada anda, tidak akan ada lagi umat Katolik di surga. Tidak akan ada lagi umat Protestan dalam surga, dan saya mengatakan itu sebagai seorang Protestan. Satu-satunya orang yang ada di surga adalah anak-anak Allah, yang mengasihi dan menurut kepadaNya. Saya rasa beberapa orang Katolik adalah orang Kristen yang sejati. Saya juga merasa beberapa orang Katolik dan Protestan tidak demikian. Saya tidak berada di sini untuk membuat anda bergabung dengan organisasi saya, atau organisasi lainnya; saya di sini untuk mengundang anda kepada sebuah hubungan dengan Allah. Namun, jika agama anda, entah Katolik, Protestan, atau lainnya, menuntun anda untuk berhenti memberi perhatian pada firman Allah dan justru mengikuti sesuatu yang lain, maka agama anda adalah sebuah berhala yang berdiri di jalan terhadap sebuah hubungan yang tulus dengan Allah.

 

P: Agama juga penting karena Yakobus menyebutkan ini dalam suratnya. (1:26-27)

J: Agama dapat menjadi penting, tapi seperti yang Elia katakan pada anda dalam 1 Raja-raja 18:27, agama tidak selalu baik. Itu tergantung pada agama. Untuk beberapa orang, agama adalah sebuah berhala yang berdiri dalam jalan Allah. Ketika seseorang ingin membunuh seseorang, atau melakukan hal lain yang membuat hati Allah sedih, dalam nama agama, agama itu racun. Paulus berkata korban penyembah berhala dibuat kepada roh-roh jahat dalam 1 Korintus 10:20. Untuk orang lain, agama, bahkan “agama Kristen”, adalah obat penenang yang tidak melakukan apa pun. Menjadi agamis tidak dapat menyelamatkan siapa pun, hanya Allah yang menyelamatkan manusia. Meski demikian, Yakobus mengajarkan kita bahwa agama DAPAT menjadi sangat baik, dan kita semua harus memiliki agama seperti ini. Agama yang baik, dari luar melakukan kasih kepada orang lain (contoh: mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka), dan dari dalam memiliki sebuah kemenurutan yang disiplin kepada Allah (menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia).


P: Yesus tidak dapat menjadi Allah dan manusia pada saat yang bersamaan. 
J: Mengapa tidak? Jika Allah sungguh Maha kuasa, siapakah kita untuk mengatakan kepada Allah apa yang tidak dapat Ia lakukan? Seorang manusia tidak dapat menjadi Allah, tapi Allah Mahakuasa tidak terlalu lemah sehingga tidak dapat menampakkan diri sebagai seorang manusia. Jika seseorang berpikir bahwa Allah tidak dapat menyingkapkan diriNya “secara pribadi”, maka Allah orang itu terlalu kecil, dan bukan Allah yang sebenarnya. Maka kita hanya dapat mengikuti apa yang Allah telah singkapkan kepada kita tentang apa yang telah Ia lakukan.

   Seorang manusia biasa tidak seharusnya menerima penyembahan (Matius 28:9,17; Lukas 24:52), dan tidak dapat mengampuni dosa yang hanya Allah dapat mengampuni (Mat 9:2-6; Mrk 2:5-12; Luk 5:20-23; 7:48-50). Yesus melakukannya juga, karena Ia bukan manusia semata-mata, tapi Allah juga.

 

P: Trinitas berasal dari penyembahan berhala dan merupakan sebuah pengajaran Gereja Katolik Roma. 

J: Itu adalah sebuah propaganda mitos yang sering diulangi oleh orang ateis. Tidak ada seorang sejarawan yang mengatakan itu dan diperhitungkan sebagai yang kompeten. Theophilus dari Antiokia (tahun 168-181/188 M) menggunakan istilah Trinitas sebelum ada Gereja Katolik Roma. Tertullian (tahun 198-220 M) menulis sebuah karya utuh mengenai Trinitas, dan ia seorang Montanis, terpisah dari uskup Roma. Seperti halnya Novatian (tahun 250-254/257 M) menulis A Treatise Concerning the Trinity dan ia memulai denominasinya sendiri. Di samping itu, kita memiliki 12 penulis Kristen lainnya, sebelum tahun 325 M, yang menggunakan kata Trinitas.

   Sebelum ini, Ignatius dari Antiokia menulis dengan lebih luas bahwa Yesus adalah Allah, dan ia adalah seorang murid Rasul Yohanes. Tentunya, dalam Alkitab Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman [Yesus] itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Rasul Thomas memanggil Yesus “Ya Tuhanku dan Allahku!” dalam Yohanes 20:28, orang buta menyembah Yesus dalam Yohanes 9:38, dan para murid menyembah Yesus dalam Matius 14:33. Orang bijak menyembah Yesus dalam Matius 2:11, dan orang bijak menyembahNya juga saat ini.

 

P: Ada banyak aturan untuk diikuti ketika anda menjadi seorang Kristen yang dilahirkan kembali. 

J: Ya, tapi ada banyak aturan untuk diikuti ketika menikah juga: memperhatikan pasangan anda, tidak memukul pasangan anda, tidak bermain dengan yang lain, dsb. Tapi ketika dua orang yang bertunangan jatuh cinta, memikirkan pernikahan sebagai limpahan aturan mungkin jauh dari pemikiran mereka. Mereka berpikir atas hubungan mereka yang permanen. Ya, Allah memberikan kita perintah, bukan hanya anjuran yang dapat dipilih, dan kita harus menurut kepada Tuhan. Tapi ini bukan Kekristenan, hanya sebuah ungkapan yang tampak mengenai Kekristenan. Kekristenan adalah sebuah hubungan antara saya, dengan segala ketidaksempurnaan saya, dan Allah yang maha kudus dan penuh kasih, yang mencintai saya lebih dari saya mencintai diri saya sendiri; yang mencintai saya bahkan lebih dari yang saya bayangkan. Menurut atas aturan lebih mudah, ketika akhirnya kita menyadari bahwa aturan itu untuk manfaat dan keamanan kita, dan bahwa jalan Allah adalah jalan terbaik.

 

P: Jika pastor anda mengalahkan pendeta saya dalam sebuah debat pertikaian agama, maka saya dan keluarga saya akan berpindah ke gereja anda. 

J: Masalahnya bukan argumentasi, sebagaimana pengacara berargumentasi, tapi kebenaran, sebagaimana para ilmuwan atau peneliti diskusikan. Ada seorang politikus Inggris dan pendebat yang pintar bernama William Wilberforce, yang hanya seorang Anglikan secara nama. Seorang temannya, pada sebuah perjalanan kereta kuda yang panjang, berbagi kebenaran kitab injil, dan Wilberforce menggempurnya dalam debat. Orang Kristen akhirnya mengatakan padanya untuk tenang dan mendengarkan kebenaran. Toh, beberapa waktu setelah itu Wilberforce menjadi seorang Kristen dan adalah penyebab utama dari penghapusan perbudakan di seluruh daerah kepemilikan Inggris. Pastikan motifnya adalah belajar tentang kebenaran, bukan hanya memenangkan sebuah argumentasi.

 

P: Bagaimana anda bisa hanya mengabaikan ibu Yesus? 
J: Kita tidak mengabaikan. Kita menghargai dan menghormati ibu Yesus, tapi itu menghujat untuk menempatkannya di tingkat yang sama dengan Yesus. Paulus merasa takut di mana beberapa akan memungkiri dan bertekun kepada yang lain selain Kristus dalam 2 Korintus 11:2-3. Tapi gereja Katolik telah menyebutnya dengan nama sebuah berhala yang jahat, Ratu Surga (Yeremia 44:17), serta “co-redeemer” (co-redemptrix) dan “co-mediator” (mediatrix). Itu adalah penyembahan berhala, karena Yesus adalah satu-satunya mediator menurut 1 Timotius 2:5-6.

 

P: Alkitab orang Protestan berbeda dari Alkitab Katolik Roma karena itu yang pertama tidak lengkap.
J: Itu tidak logis, karena itu bisa saja bahwa Alkitab Katolik Roma memiliki tambahan. Walaupun semua Alkitab orang Kristen adalah sama pada Perjanjian Baru, pada Perjanjian Lama tidak hanya ada dua pandangan (Protestan dan Katolik) tapi justru setidaknya lima:

1. “Dasar” 39 kitab dari Perjanjian Lama disetujui oleh orang Yahudi dan semua orang Kristen.

2. Konsili Trente Katolik memiliki kitab-kitab ini ditambah 8 kitab dan 4 tambahan kepada kitab Daniel dan Ester.

3. Apokrif Ortodoks Slavonik adalah sama dengan Katolik kecuali juga 2 Esdras, 3 Esdras, 3 Makabe, dan bagian dari dua kitab lainnya (Doa Manasye dan Mazmur 151).

4. Apokrif Ortodoks Yunani sama dengan Ortodoks Slavonik kecuali itu juga memiliki 4 Makabe.

5. Apokrif Koptik Historis memiliki 1, 2, 3 Makabe, Barukh, Eklesiastikus (Sirakh), Yudit, Tobit, Kebijaksanaan Salomo, dan tambahan kitab Daniel dan Ester. Namun, di bawah pemerintahan Cyril V (tahun 1874-1927) Gereja Koptik menolak ini.

   Gereja awal memiliki beragam pendapat, dengan banyaknya penulis yang tidak berbahasa Ibrani menerima kitab Apokrif. Jerome, yang menerjemahkan kitab Apokrif dalam versi Vulgata, menerima kitab Apokrif sebagai kitab suci pada awal hidupnya, tapi setelah ia mempelajari bahasa Ibrani ia menolaknya sebagai yang ada dalam Alkitab.

   Sekarang orang Katolik yang berpengetahuan luas akan bahkan setuju dengan orang Protestan bahwa kitab Apokrif memiliki kesalahan sejarah yang dapat dibuktikan, terutama Kitab Yudit. Secara doktrin, Doa Manasye juga mengajarkan bahwa Abraham, Ishak, dan Yakub tidak pernah berdosa terhadap Allah. Sebagaimana Charles Ryrie mengatakan, jika anda sedang mengolah daging, dan beberapa jatuh ke dalam lumpur di tanah, walaupun itu masih hampir daging yang baik, maukah anda agar orang memakannya? Jadi, apakah kita perlu mengikuti kitab yang problematik? Tentu tidak.

 

P: Iman dan perbuatan baik harus berjalan bersama agar seseorang masuk surga. 

J: Ya mereka berjalan bersama, tapi tidak dalam hal yang mungkin anda pikirkan. Manusia seringkali bingung apa yang menghasilkan keselamatan kita, apa yang membuat kita selamat, dan apa yang menunjukkan bahwa kita diselamatkan.

Mendapatkan keselamatan: Baik iman maupun perbuatan tidak layak menghasilkan keselamatan; kita tidak pernah dapat cukup melakukan keduanya untuk menghapus dosa yang kita lakukan. Itu adalah Kristus dan pengorbananNya yang menghasilkan keselamatan kita, bukan apa pun yang kita lakukan atau percayai.

Membuat keselamatan kita: Untuk diselamatkan kita harus mengombinasikan pesan kitab injil yang kita dengar dengan iman (Ibrani 4:2). Kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman, bukan perbuatan (Efesus 2:8-9).

Menunjukkan keselamatan: Tapi sebuah iman yang tidak menginginkan untuk menunjukkan perbuatan yang berkelanjutan bukanlah sebuah iman yang menyelamatkan. Bahkan “setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar”, dan “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:14-26).

 

P: Kita tidak dapat tahu dengan yakin kita akan pergi ke surga.

J: Rasul Yohanes mengatakan sebaliknya dalam 1 Yohanes 5:13. Anda akan memiliki sebuah poin yang valid – tapi hanya jika pergi ke surga tergantung kepantasan anda sendiri. Kita tidak pernah tahu jika kita telah cukup bekerja keras. Sebenarnya Alkitab mengatakan bahwa tidak ada dari kita yang bekerja cukup keras, dan jika kita pernah berdosa, lalu pintu surga yang lebar akan selamanya tertutup bagi kita. Tapi bahkan ketika kita tidak memiliki pengharapan lagi atas cara kita, Allah memberikan kita harapan, dengan mengirimkan sebuah pintu yang sempit melaluinya kita dapat masuk ke surga. Pintu ini adalah Yesus (Yohanes 10:7), dan dengan menyerahkan ambisi kita, dan menyerahkan kehidupan kita kepadaNya, Ia memberikan kita pengampunan melalui cucuran darahNya di atas kayu salib, dan membawa kita ke dalam kehidupan abadi. Ini adalah sebuah anugerah, bukan perbuatan kita (Efesus 2:8-9). Kita hanya harus menerimanya dengan iman.

   Sekarang iman bukan sesuatu yang dianggap remeh; Paulus memerintahkan kita, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!” (2 Korintus 13:5-6). Ini mengasumsikan bahwa kita mampu menguji. 1 Yoh 5:12-13 mengatakan bahwa semuanya itu dituliskan “supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” Seperti halnya 1 Yoh 5:19 mengatakan, “Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah.”


P: Orangtua saya tidak ingin saya pergi ke gereja, tapi Alkitab mengatakan “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kis 5:29) 

J: Ini penting untuk menurut mereka dalam kewenangan, apakah itu orangtua, pejabat pemerintah, guru, dsb., tapi kita diajarkan untuk menurut pada Allah sebagai penguasa tertinggi kita. Kita diajarkan untuk menurut dan menghormati orangtua kita (Efesus 6:1-3), maka saya akan tetap pergi ke gereja, jika mungkin, membuatnya jelas pada orangtua anda bahwa anda menghormati mereka, dan akan menuruti mereka dalam segala hal yang tidak bertentangan dengan apa yang Allah katakan. Jika kakek-nenek anda telah mengatakan pada orangtua anda untuk tidak membayar pajak atau membayar utang mereka, maukah orangtua anda mematuhinya? Seperti halnya, anda harus membayar utang kehormatan anda kepada Allah atas apa yang telah Ia lakukan dalam menciptakan dan menyelamatkan anda.


P: Tidak masalah bagi saya untuk melaksanakan keyakinan saya sendiri dan tidak datang ke gereja. 

J: Ada setidaknya dua jenis iman: “iman yang mandiri”, sebuah iman menurut anda sendiri, di mana sumber yang pokok dan kewenangan iman adalah diri anda sendiri, dan “iman yang menurut” menurut Allah. Jika Allah memerintahkan kita untuk berkumpul, lalu orang beriman harus memutuskan iman seperti apa yang mereka percayai. Ibrani 10:25 memerintahkan kita untuk tidak meninggalkan pertemuan ibadah. Tapi itu terserah kita apakah kita memiliki iman yang menurut atau tidak.

   Terkadang seorang Kristen mungkin tidak terlalu antusias tentang bertemu dengan orang Kristen lainnya karena orang Kristen yang mereka temui memiliki ketidaksempurnaan, atau mereka memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Tidak ada orang Kristen yang sempurna, dan kita saling membutuhkan, untuk memotivasi, mengoreksi, dan pada saat tertentu saling menegur, dalam kasih. Ini bagus sekali jika anda menurut pada Allah dengan antusias, tapi ketika kita tidak antusias, kita tetap dipanggil untuk menurut kepada Allah.


P: Apa yang benar untuk anda mungkin tidak benar bagi yang lain. 
J: Apa yang saya rasakan adalah benar tidak begitu penting, karena saya mungkin salah, bahkan tentang apa yang benar bagi saya. Orang Komunis merasa bahwa membunuh orang non-Komunis adalah benar bagi mereka. Teroris Islam radikal merasa bunuh diri dengan bom adalah benar bagi mereka, beberapa pecandu narkoba mungkin merasa mengonsumsi opium benar bagi mereka, dan orang Jain merasa melaparkan diri mereka sampai mereka mati adalah benar bagi mereka. Tidak, yang penting adalah apa yang Allah katakan adalah benar. Kita dapat memilih untuk mengikut atau menolak apa yang Allah katakan benar, tapi berpura-pura kita tidak tahu kebenaran yang Allah telah singkapkan kepada kita bukanlah pilihan yang Ia berikan pada kita.